MATARAM — Arus pendidikan modern yang kian menekankan kecepatan dan hasil instan mendapat sorotan dari Dr. Saharjo SH MKn MH. Ia mengajak para siswa untuk kembali memahami hakikat belajar sebagai proses panjang yang tidak mengenal batas.

Pesan tersebut disampaikannya di hadapan siswa SEKOLAH ABATA LOMBOK dalam sebuah refleksi yang menekankan pentingnya kesungguhan dalam menuntut ilmu. Menurut Saharjo, keterbatasan usia maupun kondisi bukan alasan untuk berhenti belajar.

“Selama kita masih hidup, proses belajar itu harus terus berjalan. Ilmu tidak datang secara instan, tetapi melalui perjalanan yang panjang,” tegasnya.

Sebagai pendiri SEKOLAH ABATA LOMBOK, ia menempatkan relasi antara guru dan murid sebagai fondasi utama pendidikan. Ia menilai, keberhasilan dalam memahami ilmu tidak hanya bergantung pada materi, tetapi juga pada kedekatan emosional dan spiritual yang terjalin dalam proses belajar.

Dalam pandangannya, guru memiliki peran strategis sebagai sumber kebijaksanaan dan pengalaman hidup. Dari bimbingan guru, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga arah dalam menjalani kehidupan.

“Illmu yang kita miliki hari ini adalah hasil dari proses belajar yang tidak singkat. Dan itu pula yang akan menentukan masa depan kita,” ujarnya.

Saharjo juga mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi etika terhadap guru. Sikap hormat dan penghargaan, menurutnya, merupakan bagian tak terpisahkan dari perjalanan menuntut ilmu.

Di SEKOLAH ABATA LOMBOK, nilai-nilai tersebut diterapkan dalam pendekatan pendidikan yang menekankan sisi kemanusiaan. Konsep “mendidik dengan hati” menjadi landasan dalam membangun hubungan yang sehat antara guru dan siswa.

Para pendidik tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing yang turut membentuk karakter serta perkembangan pribadi siswa.

Di tengah persaingan pendidikan yang semakin ketat, Saharjo mengingatkan bahwa kekuatan utama pendidikan bukan terletak pada hasil yang cepat, melainkan pada proses yang mendalam dan berkelanjutan.

Pesan ini menjadi pengingat bagi para siswa bahwa kesabaran, ketekunan, serta penghormatan kepada guru adalah kunci dalam meraih ilmu dan menata masa depan.