GpO9TfG0TSG7TUC7TpAoTpCiTi==

Dr Saharjo Inisiasi Buku Karya PPAT NTB, Warisan Ilmu untuk Generasi Mendatang


 Lombok - Komitmen menjaga marwah profesi dan memperkuat literasi hukum pertanahan di Nusa Tenggara Barat kembali ditegaskan oleh Dr Saharjo SH MKn MH. Ketua Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) NTB itu menginisiasi penyusunan sebuah buku yang akan ditulis oleh para PPAT senior di NTB sebagai bentuk warisan keilmuan dan pengalaman praktik kepada generasi muda.

Dalam keterangannya, Dr Saharjo menegaskan bahwa profesi PPAT tidak hanya bertumpu pada praktik administratif semata, tetapi juga pada kekuatan intelektual dan integritas keilmuan.

“Pengalaman para PPAT senior adalah harta yang tak ternilai. Jika tidak didokumentasikan dalam bentuk buku, maka kita akan kehilangan jejak sejarah dan kearifan praktik pertanahan di daerah,” tegasnya.

Sebagai akademisi yang juga mengajar di Program Magister Kenotariatan, Dr Saharjo melihat adanya kebutuhan mendesak untuk menghadirkan referensi berbasis praktik lokal NTB. Selama ini, literatur pertanahan lebih banyak bersumber dari perspektif nasional, sementara dinamika lokal memiliki karakteristik tersendiri, baik dari sisi adat, sosial, maupun problematika administrasi pertanahan.

Buku yang sedang digagas tersebut akan memuat pengalaman empiris, studi kasus, analisis hukum, hingga refleksi etik dari para PPAT senior. Dr Saharjo menyebut, karya ini diharapkan menjadi pegangan bagi PPAT muda, notaris, mahasiswa kenotariatan, hingga aparat pertanahan.

“Ini bukan sekadar buku. Ini adalah legacy. Ini adalah pertanggungjawaban moral kita kepada profesi dan kepada masyarakat,” ujarnya.

Langkah ini mendapat sambutan hangat dari kalangan PPAT NTB. Beberapa PPAT senior bahkan telah menyatakan kesiapan mereka untuk menulis dan membagikan pengalaman puluhan tahun dalam menangani berbagai persoalan pertanahan, mulai dari sengketa batas, waris, jual beli tanah, hingga problem sertifikasi.

Sebagai Ketua IPPAT NTB periode 2024–2027, Dr Saharjo memang dikenal aktif mendorong peningkatan kapasitas anggota melalui seminar, diskusi, hingga forum ilmiah. Inisiasi buku ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat tradisi menulis di kalangan praktisi hukum pertanahan.

Di tengah dinamika regulasi dan transformasi digital di sektor pertanahan, dokumentasi pemikiran para senior dianggap menjadi penyeimbang sekaligus fondasi keilmuan yang kokoh.

“Profesi yang besar adalah profesi yang membangun tradisi intelektualnya sendiri,” tutup Dr Saharjo.

Dengan semangat kolaborasi dan keberlanjutan, buku karya PPAT NTB ini diharapkan segera terwujud dan menjadi tonggak baru literasi hukum pertanahan di daerah.

Penulis: Red
Editor: Red

0Komentar

Tambahkan komentar
adsvert
adsvert
adsvert
adsvert

Hubungi Kami

  • Jl. Adisucipto no 41, Mataram, NTB
  • 087865428999
  • redaksi@lombokinvestasi.id