LOMBOK - Momentum bulan suci Ramadhan menjadi ruang refleksi sekaligus penguat kebersamaan bagi jajaran pengurus organisasi profesi di Nusa Tenggara Barat. Ketua Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) NTB, Dr. Saharjo, S.H., M.Kn., M.H., menegaskan pentingnya solidaritas dan kekompakan organisasi saat menghadiri undangan berbuka puasa bersama di Mataram, Rabu (4/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan itu digelar oleh I Gede Sutama, S.H. selaku MKNW NTB, MPPPW NTB sekaligus Ketua Dewan Penasehat IPPAT NTB. Acara ini menjadi ajang silaturahmi strategis lintas unsur organisasi, sekaligus mempererat komunikasi antar pengurus.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua MKW IPPAT NTB Muhammad Aroman, S.H., Sekretaris DKW Ikatan Notaris Indonesia (INI) NTB Gracia Guana Murti, S.H., M.Kn., serta Sekretaris IPPAT NTB Afifuddin, S.H., M.Kn..
Kebersamaan Bukan Sekadar Seremonial
Dalam sambutannya, Saharjo menekankan bahwa kebersamaan di bulan Ramadhan tidak boleh dimaknai sekadar agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, kebersamaan adalah fondasi utama dalam membangun organisasi yang kokoh, profesional, dan berdaya saing.
“Kebersamaan dalam organisasi adalah kunci sukses yang menguatkan persatuan, solidaritas, dan kekompakan untuk mencapai tujuan bersama. Ini bukan sekadar kehadiran fisik, melainkan ikatan emosional kekeluargaan yang menanamkan nilai saling berbagi, menghargai, dan mendukung antar anggota,” ujarnya.
Menurutnya, organisasi profesi seperti IPPAT harus mampu menjaga harmoni internal agar dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Soliditas internal menjadi modal utama dalam menghadapi dinamika regulasi dan tantangan profesi di era modern.
Rajut Silaturahmi, Perkuat Manfaat Organisasi
Selaku tuan rumah, I Gede Sutama menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ketua IPPAT NTB beserta jajaran pengurus. Ia berharap momen kebersamaan Ramadhan ini menjadi titik penguat komunikasi dan sinergi antarpengurus.
“Terima kasih atas kehadiran dan kesediaan memenuhi undangan ini. Semoga kebersamaan seperti ini terus terjaga dan ke depan organisasi kita semakin baik, semakin solid, dan semakin memberi manfaat,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya merajut kembali silaturahmi organisasi dengan semangat kekeluargaan. Menurutnya, keberadaan organisasi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh anggota, bukan hanya dalam aspek administratif, tetapi juga dalam penguatan moral dan profesionalitas.
Jaga Integritas dan Etika Profesi PPAT
Senada dengan itu, Muhammad Aroman menegaskan pentingnya menjaga integritas dan etika profesi sebagai Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) di NTB. Ia mengingatkan bahwa kekuatan organisasi sangat bergantung pada kualitas dan profesionalisme anggotanya.
“Mari kita selalu menjalankan profesi sebagai PPAT di NTB dengan baik, penuh tanggung jawab, serta menjunjung tinggi aturan dan kode etik. Organisasi akan kuat jika anggotanya profesional dan berintegritas,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa solidaritas organisasi harus berjalan seiring dengan komitmen terhadap aturan hukum dan kode etik profesi.
Doa dan Harapan di Bulan Penuh Berkah
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Afifuddin. Dalam doanya, ia memohon agar kebersamaan yang terjalin senantiasa dirahmati, organisasi diberi kekuatan dan persatuan, serta seluruh anggota diberikan kemudahan dan keberkahan dalam menjalankan amanah profesi.
Suasana khidmat menyelimuti ruangan menjelang waktu berbuka puasa. Para hadirin kemudian menikmati hidangan dalam suasana penuh keakraban, mencerminkan kuatnya nilai kekeluargaan dalam tubuh organisasi.
Semangat kebersamaan Ramadhan ini diharapkan menjadi energi positif untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas pelayanan profesi, serta menjaga marwah IPPAT di Nusa Tenggara Barat. Di tengah tantangan dan dinamika profesi, solidaritas dan integritas tetap menjadi pilar utama organisasi.
Penulis: Red
Editor: Tim Redaksi
