Mataram — Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) memanfaatkan peringatan Hari Kartini sebagai momentum strategis untuk memperkuat kapasitas dan profesionalisme anggotanya. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk upgrading dan halal bihalal ini berlangsung terstruktur dengan muatan substansi yang kuat.
Ketua Panitia Pelaksana, Baiq Sofia Ramdhani, SH MKn, menjadi motor penggerak di balik kelancaran seluruh rangkaian acara. Ia memastikan setiap tahapan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan, berjalan sistematis dan sesuai dengan tujuan kegiatan.
Menurut Baiq Sofia, upgrading yang digelar tidak hanya bertujuan mempererat silaturahmi, tetapi juga sebagai forum peningkatan kualitas sumber daya manusia PPAT. Fokus utama diarahkan pada pemahaman regulasi terbaru, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, serta penguatan kode etik profesi.
“Ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan organisasi dalam menjaga standar profesionalisme anggota di tengah perkembangan regulasi pertanahan yang dinamis,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa nilai-nilai perjuangan R.A. Kartini menjadi inspirasi dalam mendorong kontribusi perempuan di bidang hukum dan pertanahan.
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber perempuan yang memiliki peran strategis di NTB, baik dari kalangan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, maupun otoritas pertanahan. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada mitigasi risiko hukum, validasi data yuridis, serta pentingnya integritas dalam menjalankan tugas sebagai PPAT.
Ketua Pengurus Wilayah IPPAT NTB, Saharjo, turut memberikan apresiasi atas kinerja panitia. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga memiliki kualitas yang mencerminkan kesiapan organisasi dalam mengelola agenda profesional.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa IPPAT NTB mampu menggabungkan aspek keilmuan, praktik, dan organisasi secara seimbang. Ini penting untuk menjaga kehormatan profesi PPAT,” katanya.
Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran anggota PPAT dan calon anggota (ALB) yang tidak hanya berasal dari NTB, tetapi juga dari berbagai daerah lainnya. Hal ini menunjukkan tingginya kebutuhan akan forum upgrading yang berkualitas dan relevan.
Melalui kegiatan ini, IPPAT NTB kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi dan integritas anggota, sekaligus memperkuat peran organisasi dalam menjaga kepastian dan perlindungan hukum di bidang pertanahan.
