Sinergi Kantah Lombok Tengah dan IPPAT Dorong Percepatan Layanan Pertanahan Berbasis Elektronik
Mataram — Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Tengah bersama Pengurus Daerah Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Lombok Tengah menggelar kegiatan halal bihalal yang dirangkaikan dengan upgrading layanan pertanahan. Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi kelembagaan sekaligus mendorong percepatan transformasi layanan berbasis elektronik di daerah tersebut.
Dalam pertemuan itu, disampaikan bahwa capaian data siap elektronik di Kantor Pertanahan Lombok Tengah saat ini telah mencapai sekitar 20 persen. Angka ini dinilai sebagai langkah awal yang positif, namun masih memerlukan upaya signifikan untuk mencapai target ideal.
Pelaksana Tugas Kepala Kantor Pertanahan Lombok Tengah, Supriadi, bersama jajaran menyambut baik kolaborasi ini. Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas pihak dalam mempercepat digitalisasi data pertanahan, guna meningkatkan kualitas dan kecepatan layanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Pengurus Wilayah IPPAT NTB yang diwakili oleh Dr. Saharjo dan Afifuddin turut memberikan pandangan strategis. Dalam pesannya, Saharjo selaku Ketua IPPAT NTB mendorong agar percepatan capaian data lengkap elektronik tidak hanya menjadi target administratif, tetapi sebagai kebutuhan mendesak dalam mendukung ekosistem investasi di Nusa Tenggara Barat, khususnya Lombok Tengah.
“Kelancaran layanan pertanahan memiliki keterkaitan langsung dengan dunia investasi. Oleh karena itu, percepatan menuju 100 persen data lengkap elektronik harus menjadi prioritas bersama,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa dengan keberadaan kawasan ekonomi khusus Mandalika di Lombok Tengah, kebutuhan akan kepastian hukum dan kecepatan layanan pertanahan menjadi semakin krusial. Kawasan tersebut merupakan salah satu motor penggerak investasi dan pariwisata nasional, sehingga dukungan sistem pertanahan yang modern dan terintegrasi menjadi prasyarat utama.
Ia juga menambahkan bahwa upgrading kapasitas sumber daya manusia, penguatan sistem, serta konsistensi koordinasi antara Kantor Pertanahan dan PPAT menjadi kunci utama dalam mencapai target tersebut.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca-Idulfitri, tetapi juga forum strategis untuk menyatukan visi dalam mewujudkan layanan pertanahan yang modern, transparan, dan akuntabel di Lombok Tengah. Dengan sinergi yang terbangun, diharapkan percepatan digitalisasi pertanahan dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah, terutama dalam mendukung pengembangan kawasan strategis seperti Mandalika.
Penulis: Red
Editor: Tim Redaksi
