ABATA BERQURBAN 1447 H: Dari Halaman Sekolah, Semangat Berbagi Menyentuh Ribuan Hati
MATARAM — Idul Adha 1447 Hijriah di lingkungan Sekolah Abata Lombok kembali menghadirkan suasana yang bukan hanya ramai, tetapi juga penuh makna. Kamis, 28 Mei 2026, halaman Sekolah Abata Lombok II berubah menjadi ruang belajar kehidupan, tempat anak-anak menyaksikan langsung arti keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial.
Melalui program ABATA BERQURBAN, keluarga besar Abata Lombok tahun ini berhasil menghimpun 7 ekor sapi, 29 ekor kambing, serta infaq qurban sebesar Rp42.886.000.
Namun bagi Abata Lombok, keberhasilan kegiatan tersebut tidak semata diukur dari jumlah hewan qurban ataupun besarnya nilai infaq yang terkumpul. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana momentum qurban dijadikan sarana membentuk karakter generasi muda.
Sejak pagi, suasana kebersamaan tampak begitu kuat. Guru, karyawan, relawan, orang tua, hingga siswa terlibat langsung dalam seluruh rangkaian kegiatan. Ada yang membantu proses pengemasan daging, ada yang mendistribusikan paket qurban, dan ada pula siswa yang memperhatikan jalannya penyembelihan sambil mendengarkan penjelasan guru tentang makna berkorban.
Bagi banyak siswa, pengalaman tersebut menjadi pelajaran hidup yang tidak mereka dapatkan di dalam buku pelajaran.
Direktur Sekolah Abata Lombok, Fahrun Nisza, menegaskan bahwa pendidikan sejati tidak cukup hanya membangun kecerdasan akademik, tetapi juga harus menumbuhkan empati dan kepedulian sosial.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa hidup bukan hanya tentang meraih prestasi pribadi. Mereka juga harus belajar berbagi, membantu sesama, dan memiliki rasa syukur. Nilai-nilai itulah yang ingin kami tanamkan melalui kegiatan qurban,” ujarnya.
Menurut Fahrun, keterlibatan langsung siswa dalam kegiatan sosial menjadi cara efektif untuk membangun karakter anak sejak dini.
“Ketika anak-anak melihat langsung proses qurban, ikut membantu distribusi, lalu menyaksikan kebahagiaan masyarakat penerima manfaat, saat itulah pembelajaran tentang kemanusiaan terjadi secara nyata,” katanya.
Ketua Panitia ABATA BERQURBAN 1447 H, Yanda Fikran, mengungkapkan rasa syukur atas antusiasme keluarga besar Abata Lombok yang terus meningkat setiap tahun.
“Alhamdulillah, partisipasi tahun ini sangat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa semangat berbagi dan kepedulian sosial tumbuh kuat di lingkungan Abata Lombok,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa seluruh proses kegiatan dilaksanakan secara gotong royong tanpa sekat.
“Semua bekerja bersama, mulai dari guru, karyawan, relawan, hingga orang tua siswa. Yang paling membahagiakan adalah keterlibatan anak-anak karena mereka belajar langsung tentang arti melayani dan berbagi,” ujarnya.
Pelaksanaan ABATA BERQURBAN tahun ini juga terasa lebih luas gaungnya karena seluruh rangkaian kegiatan disiarkan langsung melalui RADIO LOMBOK FM. Siaran tersebut memungkinkan masyarakat mengikuti proses qurban, distribusi daging, hingga pesan-pesan edukatif yang dibangun dalam kegiatan tersebut.
Menurut Yanda Fikran, siaran langsung itu menjadi bagian dari upaya menghadirkan nilai qurban kepada masyarakat lebih luas.
“Kami ingin qurban ini tidak hanya dirasakan oleh mereka yang hadir di lokasi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat tentang pentingnya kepedulian sosial dan semangat berbagi,” jelasnya.
Daging qurban kemudian disalurkan kepada masyarakat sekitar, warga yang membutuhkan, serta keluarga besar Abata Lombok I, II, III, dan IV.
Di tengah era yang sering mengukur keberhasilan hanya dari capaian akademik dan prestasi kompetitif, Abata Lombok mencoba menghadirkan pendekatan pendidikan yang berbeda. Sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang untuk membangun hati dan karakter.
Melalui ABATA BERQURBAN 1447 H, Abata Lombok kembali menunjukkan bahwa pendidikan yang kuat bukan hanya melahirkan anak-anak cerdas, tetapi juga generasi yang memiliki empati, kepedulian, dan keberanian untuk berbagi dengan sesama.
Sebab pada akhirnya, nilai terbesar dari qurban bukan hanya pada hewan yang disembelih, tetapi pada hati yang belajar ikhlas dan tangan yang tergerak membantu orang lain.
