GpO9TfG0TSG7TUC7TpAoTpCiTi==

Di Balik Guyub SH Terate Bali: Sentuhan Dingin Kangmas Siswanto yang Menyatukan


DENPASAR — Acara halal bihalal dan temu kadang Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Bali di Ranting Denpasar Barat, Jalan Diponegoro No. 36, Jumat malam, 1 Mei 2026, berlangsung sederhana. Namun justru dari kesederhanaan itulah tampak kekuatan yang jarang terlihat: persaudaraan yang hidup, bukan sekadar simbol.

Tanpa persiapan panjang, kegiatan yang terkesan dadakan ini mampu menghadirkan suasana hangat dan penuh makna. Warga yang hadir larut dalam kebersamaan, menegaskan bahwa SH Terate Bali besar bukan karena struktur organisasi, melainkan karena ikatan batin yang terus dirawat.

Di tengah momentum tersebut, peran Kangmas Siswanto sebagai wiroanom SH Terate Bali tampak menonjol. Dengan pendekatan yang tenang dan mengayomi, ia mampu merangkul warga lintas generasi dalam satu frekuensi kebersamaan.

“Guyup rukun tanpo wates, kang. Loyalis Madiun harus tetap satu hati,” ujarnya, sebuah pesan sederhana yang justru menjadi fondasi kuat dalam menjaga harmoni.

Penguatan makna acara ini juga datang dari luar Bali. Melalui sambungan telepon, Dr Saharjo SH MKn MH, tokoh SH Terate Nusa Tenggara Barat yang juga merupakan adik seperguruan Kangmas Siswanto, menyampaikan pesan yang memperluas dimensi persaudaraan ke arah tanggung jawab sosial.

“Saya berpesan kepada seluruh warga SH Terate Bali, mari kita bersama-sama ikut menjaga Bali. Hindari konflik, jaga kedamaian dan kenyamanan Bali sebagai pulau Dewata yang menjadi tujuan wisata dunia,” ujarnya.

Menurut Saharjo, nilai persaudaraan tidak berhenti pada internal organisasi, tetapi harus hadir nyata dalam menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat. Terlebih Bali sebagai wajah Indonesia di mata dunia membutuhkan stabilitas, ketenangan, dan rasa aman yang dijaga bersama.

Pesan tersebut seolah melengkapi kepemimpinan Kangmas Siswanto yang menekankan guyub rukun tanpa batas. Di satu sisi, ada kekuatan internal yang terjaga; di sisi lain, ada kesadaran eksternal untuk berkontribusi pada lingkungan yang lebih luas.

Acara malam itu pun menjadi bukti bahwa SH Terate Bali bukan sekadar organisasi pencak silat. Ia tumbuh sebagai ruang persaudaraan yang mampu melahirkan nilai dari loyalitas, ketulusan, hingga tanggung jawab menjaga kedamaian.

Dalam kesederhanaan acara tanpa gemerlap, justru terlihat jelas: persaudaraan yang kuat tidak dibangun oleh kemegahan, melainkan oleh ketulusan yang konsisten dirawat.

0Komentar

Tambahkan komentar
adsvert
adsvert
adsvert
adsvert

Hubungi Kami

  • Jl. Adisucipto no 41, Mataram, NTB
  • 087865428999
  • redaksi@lombokinvestasi.id