MATARAM – Di tengah dunia pendidikan yang semakin kompetitif dan penuh tuntutan capaian akademik, SEKOLAH ABATA LOMBOK justru memilih menjaga nilai yang kian jarang ditemukan: rasa kekeluargaan.
Melalui kegiatan Halal Bi Halal dan Family Gathering 2026 SD IT ABATA LOMBOK, sekolah tersebut menghadirkan suasana hangat yang tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memperkuat hubungan emosional antara sekolah, guru, orang tua, dan siswa.
Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban itu menjadi cerminan filosofi pendidikan yang selama ini dibangun SEKOLAH ABATA LOMBOK, yakni menghadirkan sekolah sebagai rumah kedua bagi tumbuh kembang anak.
Kepala SD IT ABATA LOMBOK, , menyampaikan apresiasi kepada seluruh wali murid yang turut terlibat aktif sebagai panitia kegiatan. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum dan prestasi akademik, tetapi juga oleh kuatnya hubungan antara sekolah dan keluarga.
“Karena sekolah yang hebat, lahir dari hati-hati yang saling menguatkan,” ungkap Lia dalam pesan reflektifnya kepada para orang tua murid.
Pernyataan tersebut menggambarkan pendekatan pendidikan yang dijalankan SEKOLAH ABATA LOMBOK. Di sekolah ini, orang tua tidak sekadar menjadi pihak penerima layanan pendidikan, melainkan bagian penting dari ekosistem pembentukan karakter anak.
Budaya kolaboratif itu terlihat dalam berbagai kegiatan sekolah yang selalu melibatkan keluarga siswa secara aktif. Kehadiran orang tua bukan hanya memenuhi undangan, tetapi turut membantu, mendukung, dan membangun suasana kebersamaan di lingkungan sekolah.
Direktur Sekolah Abata Lombok, , sebelumnya juga menegaskan bahwa pendidikan sejatinya merupakan kerja bersama antara sekolah, guru, dan keluarga. Menurutnya, anak-anak akan tumbuh lebih kuat ketika melihat adanya keselarasan antara nilai yang diajarkan di rumah dan di sekolah.
Di saat sebagian lembaga pendidikan mulai menciptakan jarak dengan wali murid, SEKOLAH ABATA LOMBOK justru memilih mempererat hubungan emosional sebagai fondasi utama pendidikan karakter.
Bagi sekolah tersebut, proses belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Nilai gotong royong, kebersamaan, saling menghargai, dan kepedulian antarkeluarga murid juga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter anak.
Karena itu, Family Gathering bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan hati, memperkuat ukhuwah, serta menanamkan kepada anak-anak bahwa pendidikan terbaik lahir dari lingkungan yang dipenuhi cinta, keteladanan, dan kebersamaan.
