Mataram — Peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 dimaknai sebagai momentum strategis untuk memperkuat integritas dan profesionalisme aparat penegak hukum di tengah tantangan yang semakin kompleks. Sejak berdiri pada 6 Mei 1951, organisasi ini konsisten berperan dalam membangun kualitas korps Adhyaksa sebagai penjaga keadilan dan kepastian hukum.
Tema penguatan integritas serta peningkatan kompetensi menjadi sorotan utama dalam peringatan tahun ini. Hal tersebut dinilai penting guna menjawab dinamika penegakan hukum yang menuntut ketegasan sekaligus akuntabilitas dalam setiap prosesnya.
Ketua , , menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan agar PERSAJA terus menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah hukum di Indonesia.
“PERSAJA telah membuktikan komitmennya selama puluhan tahun. Kami berharap di usia ke-75 ini, peran jaksa semakin kuat dalam menegakkan keadilan yang berintegritas,” ujarnya.
Di Nusa Tenggara Barat, peringatan HUT PERSAJA tahun ini berlangsung lebih inklusif dengan melibatkan berbagai organisasi profesi. Sejumlah pihak yang hadir antara lain , , , serta .
Keterlibatan lintas profesi tersebut mencerminkan pentingnya sinergi dalam sistem penegakan hukum. Kolaborasi tidak hanya terbatas pada aspek yuridis, tetapi juga mencakup dukungan keuangan, medis forensik, hingga keterbukaan informasi kepada publik.
IPPAT NTB turut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen memperkuat kerja sama antarorganisasi profesi. Kehadiran ini sekaligus menegaskan posisi IPPAT NTB sebagai bagian dari ekosistem hukum yang berperan aktif dalam menjaga kualitas layanan hukum di daerah.
Di bawah kepemimpinan Dr Saharjo, IPPAT NTB terus mendorong peningkatan kapasitas anggota, penguatan etika profesi, serta konsolidasi organisasi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan kontribusi nyata dalam mendukung sistem hukum yang transparan dan berkeadilan.
Menurutnya, kolaborasi antara penegak hukum dan profesi pendukung merupakan fondasi penting dalam menciptakan keadilan yang tidak hanya kuat secara aturan, tetapi juga terasa dalam praktik di masyarakat.
“Sinergi menjadi kunci. Penegakan hukum harus diiringi dengan administrasi yang tertib dan akuntabel agar kepercayaan publik terus terjaga,” tegasnya.
Peringatan HUT ke-75 PERSAJA ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga integritas dan solidaritas dalam setiap lini profesi hukum. Ke depan, IPPAT NTB diharapkan terus berperan sebagai penghubung antara masyarakat dan institusi hukum dalam mendorong terciptanya kepastian hukum yang berkeadilan di Nusa Tenggara Barat.
