Rakorwil 2026 menjadi bukti bahwa SH Terate di Bali, NTB dan NTT Tetap Jaga Ajaran Berbudi Luhur
Mataram - Rapat Koordinasi Wilayah Persaudaraan Setia Hati Terate Bali, NTB, dan NTT yang digelar di Lombok pada Jumat, Sabtu, 8–9 Mei 2026, menjadi momentum penting memperkuat persaudaraan dan soliditas organisasi menjelang Pengesahan Warga Baru Tahun 2026.
Rakorwil yang mengusung agenda Persiapan Pengesahan dan Penyegaran Dewan Pengesah Tahun 2026 itu dihadiri langsung oleh Ketua Umum Pusat PSHT Madiun, Drs. H.R. Moerdjoko HW, bersama Dewan Penasehat Pusat Mayjen TNI Purn. Dr. Ir. Pujo Widodo, S.E, S.H, S.T, M.A, M.D.S., M.Si., M.Si (Han), Anggota Dewan Pusat Djunaidi Suprajitno, S.Sos, serta Mas Nasihin dari LHA Pusat.
Dalam arahannya, Ketua Umum PSHT menekankan pentingnya menjaga kondusivitas organisasi, memperkuat persatuan, dan menyebarkan narasi positif di tengah masyarakat menjelang prosesi pengesahan warga baru. Pesan tersebut disampaikan kepada seluruh Ketua Perwapus, Ketua Cabang, Ketua Dewan Cabang, serta para Wiro Anom wilayah Bali, NTB, dan NTT yang hadir dalam forum tersebut.
Di antara tokoh yang hadir, sosok Dr. Saharjo, S.H., M.Kn., M.H. Sebagai salah satu Wiro Anom SH Terate NTB, Saharjo dinilai aktif menjaga semangat persaudaraan dan kekuatan moral organisasi di wilayah Nusa Tenggara Barat.
Dengan pendekatan yang teduh namun tegas, Saharjo terus mendorong agar SH Terate tetap menjadi ruang pembentukan karakter dan pengabdian sosial. Ia menilai pengesahan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan proses melahirkan manusia yang mampu menjaga kehormatan diri, organisasi, dan masyarakat.
Dalam berbagai kesempatan internal, Saharjo juga mengingatkan bahwa ajaran SH Terate harus mampu membawa manfaat dan kebaikan bagi calon warga maupun seluruh warga SH Terate, sehingga lahir manusia yang berbudi luhur, tahu benar dan salah, serta beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Semangat itu sejalan dengan semboyan luhur SH Terate yang terus dijaga lintas generasi:
“Selama matahari masih bersinar, selama bumi masih dihuni manusia, selama itu pula Persaudaraan Setia Hati Terate tetap jaya kekal selama-lamanya.”
Rakorwil ini menjadi bukti bahwa SH Terate di Bali, NTB dan NTT tidak hanya menjaga tradisi pencak silat, tetapi juga menjaga nilai persaudaraan, keteladanan, dan persatuan sebagai fondasi utama organisasi.
